Cara Budidaya Ikan Nila Yang Benar

Cara Budidaya Ikan Nila Yang Benar
Ikan Nila adalah salah satu jenis ikan konsumsi yang tidak sedikit digemari masyarakat Indonesia . Ikan ini  http://agent88bet.co/ diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika unsur timur, pada tahun 1969, dan sekarang menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di masing-masing sungai dan telaga Indonesia
Keunggulan Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila
Ikan ini adalah salah satu ikan jenis air tawar yang sangat di gemari oleh semua pembudidaya. Hal ini bukan tanpa alasan, kami telah mengoleksi data yang lantas dapat kami simpulkan bahwa beternak ikan nila memiliki fasilitas yaitu :
1. Ikan Nila Lebih Tahan Terhadap Penyakit
Tidak laksana ikan gurameh, atau ikan lele. Ikan Nila memiliki keawetan tubuh yang lebih powerful daripada ikan tawar lainnya. Ikan ini mempunyai tipe tubuh dengan pergerakan yang cepat sampai-sampai dagingny kenyal dan padat sekaligus sehat. ANda tahu kan bila orang tidak jarang olahraga maka tubuhnya sehat? Nila tidak sedikit bergerak sampai-sampai amat sehat dan lebih tahan penyakit.
2. Harga Ikan Nila tinggi
Untuk harga jual per Kg ikan Nila konsumsi, seringkali berkisar pada nominl Rp. 14.000.,-. Namun kamu dapat menjualnya dalam ukuran benih.
3. Permintaan Ikan Nila TInggi
Inilah salah satu kesempatan usaha yang permintaannya cetar membahana, tak pernah keunggulan permintaan tapi malah kekurangan. Bagi itulah, kamu harus bersiap untuk mengupayakan peluang usaha ini karena kamu bisa menjualnya dengan mudah.
4. Ikan Nila tergolong pemakan segala
Ikan nila dapat di pelihara tanpa kamu mengeluarkan modal lebih guna pakan. Tidak laksana ikan gurami atau lele, ikan nila dapat diberi makanan sisa lokasi tinggal tangga, daun talas, daun pepaya, atau yang lainnya. fasilitas dalam pemberian pakan bakal dapat menghemat pengeluaran anda.
Cara Budidaya Ikan Nila Yang Benar
Cara Budidaya Ikan Nila Yang Benar
PEMBESARAN DI KOLAM AIR TENANG (KAT)
Konstruksi Kolam
Luas petakan empang (500-1000) M2 Pematang empang kokoh, kedap air dengan Iebar 50 cm
Saluran pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang berseberangan
Saringan tercipta dari kawat, bambu atau jaring/hapa yang ditaruh pada drainase pemasukan dan pengeluaran
Kedalam empang berkisar antara (0,5-1,5) m
Parit keliling atau diagonal dengan kedalaman antara (20-50) cm dengan Iebar berkisar antara (50-200) cm. guna ikan gabus
Persiapan Pemeliharaan
Penjemuran empang sampai tanah dasar menjadi retak-retak sekitar 4-7 hari. Pemberian kapur tohor dengan takaran 25-50 g/M2
Pemupukan dasar berupa pupuk organik dengan takaran 250-500 g/m2 dan pupuk anorganik laksana urea 15 g/ M2, TSP 10 g/ M2, dan NH4NO315 g/M2, guna menumbuhkan plankton. Pupuk yang dipakai ditebarkan secara merata di dasar kolam.
Padat Penebaran Benih
I 5-10 ekor/ M2 ukuran 8-12 cm atau mutu ±15-20 g/ekor
Pemberian Pakan
Di samping pakan alami yang terdapat di kolam, diserahkan juga pakan ekstra (pellet) dengan kadnugan protein paling tidak 28%
Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari yakni pagi, siang, dan senja hari
Jumlah pakan yang diserahkan sebanyak 3-5% dari mutu biomassa ikan per hari tergantung dari usia dan mutu ikan
Perkembangbiakan
Ikan nila dapat menjangkau saat dewasa pada usia 4 – 5 bulan dan ia akan menjangkau pertumbuhan maksimal untuk mencetuskan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada ketika ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya menjangkau 800g dan ketika ini ia dapat mengeluarkan 1200 – 1500 larva masing-masing kali ia memijah. Dan dapat dilangsungkan selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu menciptakan sarang di dasar perairan dan daerahnya bakal ia jaga dan merupakan wilayah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif ketika musim ini
Kebiasaan santap ikan Nila
Ikan nila tergolong dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini bisa berkembang biak dengan ragam makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila ketika ia masih benih, pakannya ialah plankton dan lumut sedangkan andai ia telah dewasa ia dapat diberi makanan tambahan laksana pelet dan sekian banyak  makanan lain yakni daun talas.
Hal yang mesti kamu ketahui untuk merawat ikan nila ialah : perkembangan dari ikan ini paling bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada ketika curah hujan yang tinggi contohnya pertumbuhan sekian banyak  tanaman air bakal berkurang sampai-sampai mengganggu perkembangan air dan secara tidak langsung mengganggu perkembangan ikan nila. Ikan nila pun akan lebih cepar tumbuhnya andai dipelihara di empang yang dangkal airnya, sebab di empang dangkal perkembangan tanaman dan ganggang lebih cepat dikomparasikan di empang yang dalam. Ada yang beda yaitu empang yang pada ketika pembuatannya memakai pupuk organic atau pupuk kandang pun akan menciptakan pertumbuhan tumbuhan air lebih baik dan ikan nila pun akan lebih pesat pertumbuhannya.
Ikan nila jantan pun mempunyai keunggulan dikomparasikan dengan yang betina. Ikan jantan mempunyai pertumbuhan 40% lebih cepat dikomparasikan dengan yang betina. Terlebih andai dipelihara dalam empang yang dibedakan. Atau monosex
Pembenihan Ikan Nila
Lahan atau empang untuk pembibitan ikan nila dipecah dalam dua kumpulan yaitu empang pemijahan dan empang pendederan. Kolam-kolam usahakan diciptakan dengan pematang yang powerful , tidak porous ( rembes ), elevasi pematang aman ( paling tidak 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas empang masing – masing 200 m2. Di samping itu butuh di perhatikan pun keamanan dari hama pemangsa ikan laksana anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sampai-sampai dianjurkan supaya agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sedangkan sinar matahari pun bisa masuk ke dalam kolam.
Induk ikan nila mempunyai mutu rata-rata 300 g/ekor. komparasi betina dan jantan guna pemijahan ialah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sejumlah 2% dari mutu biomassa masing-masing hari dan diserahkan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini usahakan didatangkan dari instansi sah yang mengerjakan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sampai-sampai kualitas keaslian dan kelebihannya terjamin.
Induk nila betina bisa matang telur masing-masing 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva ( embrio baru menetas ) pada tahap mula sekitar 300 g sejumlah 250-300 ekor larva. Jumlah ini bakal meningkat sampai menjangkau 900 ekor larva cocok dengan pertambahan mutu induk betina ( 900 g ). Setelah berlalu masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan diceraikan dari induk jantan sekitar 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.
Setelah dua minggu masa pemeliharaan adaptasidi kolambiasanya induk-induk betina mulai terdapat yang beranak, menghasikan larva yang seringkali masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva -larva tersebut dikoleksi denga teknik diserok menggunakan serokan yang tercipta dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva dilakukan sejumlah kali dari pagi hingga sore, dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung paling tidak dalam satu happa.
Jantanisasi Benih ikan nila
Untuk mendapatkan embrio ikan nila tunggal kelamin jantan ( monoseks ) maka dilaksanakan proses jantanisasi. Untuk kebutuhan ini dibutuhkan minimal 24 buah happa ukuran setiap 2 x 2 x 2 m3 yang ditempatkan dalam empang dengan luas tidak cukup lebih 400 m2 dan kedalam air paling tidak 1,5 m. Kedalam masing-masing hapa dapat dipenuhi larva ikan sejumlah 20.000-30.000 ekor . Larva diberi pakan berbentuk tepung yang telah dibaur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testosteron hingga masa masa pemeliharaan sekitar 17 hari.
Larva hasil proses jantanisasi selanjutnya dipelihara dalam empang pendederan berukuran 200 m2. Kolam sebelumnya mesti dikeringkan, lumpurnya dikeduk, diberi kapur sejumlah 50 g/m2, dan diberi pupuk kotoran ayam sejumlah 250 g/m2. Setelah pengapuran dan pemupukan, kolam dipenuhi secara perlahan-lahan sampai elevasi air selama 70 cm, digenangi sekitar 3 hari, diberi pupuk urea dan TSP masing -masing sejumlah 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. Setelah empang pendederan terisi air selam 7 hari, embrio ikan hasil proses jantanisasi dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m2. Pemberian pakan ekstra dapat dilaksanakan dengan pakan berbentuk tepung yang eksklusif untuk embrio ikan. Pemupukan ulang dengan urea dan dan TSP dilaksanakan seminggu sekali dengan takaran setiap 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 empang dan diserahkan selama pemeliharaan ikan.
Setelah masa pemeliharaan 21 hari, ikan denga mutu rata-rata 1,25 g ( ukuran panjang 3-5 cm ) dapat dipanen. Bagi panen embrio ikan nila usahakan dipakai jaring eret pada pengankapan awal. Bila jumlah ikan dalam kolam diduga tinggal tidak banyak baru dilaksanakan pengeringan airnya.
Ikan memiliki daya tahan yang baik sekitar diangkut bilamana perutnya dalam suasana kosong dan suhu air media relatif dingin. Karena itu bilamana akan panen dan dibawa usahakan ikan tidak diberi santap minimal 1 hari. Pengangkutan memakai kantong plastik, dimana seper empat unsur mengandung air dan tiga per empat unsur mengandung oksigen murni yang diberi es balok ukuran 20 x 20 x 20 cm3 ( es balok berada dalam media air bersama embrio ikan ). Kantong plastik dengan volume 20 L dapat diisi ikan ukuran 5 cm maksimal 1.500 ekor/kantong, dengan lama masa toleransi dalam kantong selama 10 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *