Inilah Memilih Pasangan Yang Benar Menurut Islam

Inilah Memilih Pasangan Yang Benar Menurut Islam

Memilih seseorang guna menjadi pendamping yang cocok dengan kriteria memang tidak mudah. Banyak urusan yang dipertimbangkan guna http://agent88bet.co/ menilai siapa orang yang tepat mendampingi sepanjang hidup tersebut.

Memang, memilih pasangan adalahurusan perasaan, sehingga saat menemukan seseorang dirasa cocok, maka seseorang akan melalaikan hal-hal yang seharusnya menjadi kriteria wajib. Padahal kriteria ini bisa menilai baik tidaknya kelangsungan family kelak.

Agama Islam menata seluruh aspek kehidupan tergolong urusan jodoh. Berdasarkan keterangan dari hadist Nabi Muhammad SAW, minimal ada 4 kriteria saat seseorang hendak mencari pendamping hidup. Apa saja kriteria tersebut? Berikut ringkasannya.

Dalam suatu hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Perempuan dinikahi sebab empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan sebab agamanya. Maka menangkanlah perempuan yang memiliki agama, anda akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari kawan Abu Hurairah ra).

Inilah Memilih Pasangan Yang Benar Menurut Islam
Inilah Memilih Pasangan Yang Benar Menurut Islam

Hadist ini mengisyaratkan bagaimana memilih jodoh yang baik. Meski Nabi mendahulukan harta, nasab, dan keelokan namun junjungan alam ini dalam akhir hadistnya menuliskan bahwa usahakan memenangkan mereka yang baik agamanya. Hal ini menandakan bahwa sebetulnya agama adalahkriteria sangat utama. Berikut keterangan dari setiap kriteria tersebut.

1. Pilihlah Jodoh yang Baik Agamanya, Yakni Taat untuk Allah dan Rasul-Nya
Agama seharusnya dijadikan kriteria utama saat seseorang menilai pasangan hidup. Jika tidak dapat mendapatkan tiga kriteria lainnya yang sudah diputuskan Nabi SAW diatas, paling tidak harus mendapat satu kriteria ini. Orang yang baik agamanya tentunya mempunyai tingkat ketaqwaan yang tinggi. Sehingga akan membawa keluarga yang taat pada aturan Allah dan Rasul-Nya.

“Sesungguhnya yang sangat mulia salah satu kalian ialah yang sangat bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

Dengan sarat ketaqwaan maka si calon jodoh ini akan mengawal diri dari adzab Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bagi itu, carilah jodoh yang taat untuk aturan agama. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pun bersabda:

“Jika datang untuk kalian seorang pria yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka bakal terjadi fitnah di muka bumi dan kehancuran yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berbicara dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

“Orang yang dikehendaki oleh Allah guna mendapat kebajikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

2. Enak Dipandang Karena Kecantikan atau Ketampanannya
Tidak dapat dipungkiri bila hal fisik pun menjadi di antara kriteria saat memilih pasangan. Hal ini juga diizinkan oleh Rasulullah SAW sebab menjadi salah satu hal penunjang kehidupan keluarga. Hal itu sejalan dengan destinasi dari pernikahan, yakni untuk membuat ketentraman dalam hati.
Allah Ta’ala berfirman,

“Dan salah satu tanda dominasi Allah merupakan Ia membuat bagimu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram denganya.” (QS. Ar Ruum: 21)

Rasulullah SAW dalam suatu hadistnya pun menuliskan mengenai kriteria ini.

“Jika memandangnya, menciptakan suami senang.” (HR. Abu Dawud. Al Hakim berbicara bahwa sanad hadits ini shahih)

Itulah kenapa dalam taaruf juga Islam menetapkan supaya keduanya saling menyaksikan ketika berkeinginan dilamar. Sehingga baik laki-laki maupun wanita dapat mempertimbangkan perempuan yang yang berkeinginan dilamarnya dari sisi fisik.

“Sudahkah anda melihatnya?” Sahabat itu berkata, “Belum.” Beliau kemudian bersabda, “Pergilah kepadanya dan lihatlah ia, karena pada mata orang-orang Anshar ada sesuatu.” (HR. Muslim)

3. Nasabnya atau Silsilah Keturunannya
Seorang dan perempuan juga disarankan untuk meminang atau menerima pinangan dengan terlebih dahulu memahami tentang nasabnya (silsilah keturunannya). Pasalnya family berperan besar dalam memprovokasi ilmu, akhlak dan keimanan seseorang. Jika keluarganya baik, maka dapat dipastikan anak-anaknya pun seseorang yang baik.

Alasan kedua, di masyarakat anda yang masih awam terdapat persoalan pelik sehubungan dengan kedudukan anak zina. Mereka memandang bahwa andai dua orang berzina, lumayan dengan menikahkan dua-duanya maka selesailah permasalahan. Padahal tidak demikian. Karena dalam peraturan Islam, anak yang dicetuskan dari hasil zina tidak di-nasab-kan untuk si pria pezina, tetapi di-nasab-kan untuk ibunya. Berdasarkan hadits,

“Anak yang lahir ialah milik empunya kasur (suami) dan pezinanya dihukum.” (HR. Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist lainnya melulu menetapkan anak itu di-nasab-kan untuk orang yang berstatus suami dari si wanita. Me-nasab-kan anak zina tersebut untuk lelaki pezina menyelisihi tuntutan hadits ini.

Pasalnya Konsekuensinya, anak yang bermunculan dari hasil zina, bilamana ia wanita maka suami dari ibunya jangan menjadi wali dalam pernikahannya. Jika ia menjadi wali maka pernikahannya tidak sah, andai pernikahan tidak sah lalu bersangkutan intim, maka sama dengan perzinaan. Inilah yang menciptakan seorang lelaki saat meminang calon istrinya perlu memahami nasab tersebut.

4. Setara Hartanya
Rasulullah pun menganjurkan supaya memilih pasangan hidup yang setara dalam agama dan kedudukan sosialnya. Tidak dipungkiri tidak sedikit pernikahan yang tidak langgeng sebab perbedaan ini. Salah satu hikmah dari ajakan ini ialah kesetaraan dalam agama dan status sosial bisa menjadi hal kelanggengan lokasi tinggal tangga.

Pada zaman Nabi urusan ini pernah terjadi, dimana Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu dari kalangan biasa dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. perempuan terpandang dan cantik. Hasilnya pernikahan mereka juga tidak dilangsungkan lama. Namun dari keempat kriteria ini hal agama lah yang seharusnya di dahulukan. Wallahu a’lam bishawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *